Kamis, 01 November 2012

Makna lagu jawa "Ojo Ngece"

Judul lagu yang dibawakan adalah "Ojo Ngece". Dalam Bahasa Indonesia berarti "Jangan Menghina". daya tarik dari lagu ini yaitu keindahan liriknya yang ditulis dengan disisipi parikan Jawa (pantun Jawa). Berikut lirik dan penjelasan yang diperoleh ketika mendengarkan lagu tersebut.

    Ojo ngece karo wong ora nduwe
    Rojo brono yen mati ora digowo
    Bebasan urip mung mampir ngombe
    Ngono kui jare bini sepuh kae


Bait ini mengandung maksud bahwa sebagai manusia yang memiliki rasa toleransi, janganlah menghina kepada orang yang tidak punya (serba kekurangan). Karena pada dasarnya keburukan/kejelekan seseorang itu ketika meninggal tidak akan dibawa sebagai amalan. Kita tentu tahu jika kehidupan di dunia hanya sementara, sedangkan di akhirat adalah kekal. Petuah tersebut seringkali kita dapati dari perkataan bijak orang tua kita, termasuk guru-guru kita. Maka dari itu, marilah kita bersama saling menghargai kepada semua orang, siapapun itu, seburuk apa pun mereka.

    Numpak sepur asep'e metu nduwur
    Tiwas ajur mumur yen awak ora diatur
    Nek numpak motor asep'e metu ngisor
    Urip neng alam ndonyo kudu sugih andhap asor


Bait ini mengajak kita untuk selalu menata diri, baik untuk diri sendiri maupun dalam pergaulan. Menata diri yang dimaksud adalah bisa menempatkan diri di mana pun kita berada. Ada saatnya kita menahan ego kita, tetapi ada juga saatnya kita melepas ego kita. Perasaan dan temperamen orang berbeda-beda, maka akan lebih baik jika kita saling pengertian (andhap asor). Ibaratnya jika kita ingin dihormati dan dimengerti orang lain, mulailah dari diri sendiri.

    Nek numpak becak asepe metu tengah
    Ojo ngguyu ngakak yen urip lagi kepenak
    Nek numpak andong asep e metu bokong
    Ojo banter-banter ngko mundak koyo grandong


Bait ini mengungkapkan makna kepada kita semua untuk tidak bersikap sombong ketika sedang mendapatkan kebahagiaan/nikmat. Berbagilah kepada mereka yang sedang ditimpa musibah/kekurangan. Janganlah menganggap remeh mereka yang memiliki keterbatasan. Bukankah kita hidup agar bisa diterima semua orang dan bukan jadi sosok yang ditakuti seperti 'grandong'?

    Dadi wong ojo rumongso biso
    Nanging uwong sing biso rumongso
    Wong sik becik sing keno kebecikane
    Mulo kui jarene simbahku dewe


Bait ini memberi pelajaran kepada kita sekalian bahwa jadilah manusia yang tidak sok tahu, tetapi berusaha untuk tahu sesuatu yang benar-benar tidak diketahui. Tentu seringkali kita mendapati kesan seseorang yang bertindak sok tahu, namun pada akhirnya dia membuat kesalahan yang fatal. Melihat itu semua, maka akan lebih baik jika kita bertindak baik dan jujur. Kebaikan dan kejujuran seseorang itulah yang akan membangun citra seseorang yang 'sok tahu' dan 'benar-benar tahu'.

    Rujak nanas pantes'e wadahi gelas
    Tiwas adem panas sik digagas ora waras
    Nek rujak dondong pantese wadahi lodong
    Ojo plenggang plenggong mengko mundak koyo grandong


Bait di atas mempunyai makna bahwa sebagai manusia yang bijak, janganlah kita plin plan dalam menilai suatu hal. Pikirkan baik-baik keputusan kita dengan memandang perasaan orang lain. Membuat orang lain tak enak hati bukanlah pilihan yang tepat jika kita masih benar-benar menggunakan akal sehat (waras). Orang yang plin plan disini diibaratkan seperti 'grandong' yang mempunyai penampilan serba tidak jelas.

    nek rujak mayit lalapane rumah sakit
    bingung golek duit ngurusi barang gejepit

Bait di atas merupakan bagian reff dari lagu 'Ojo Ngece' ini, memberikan nasehat kepada pendengar bahwa orang-orang yang tidak punya pekerjaan terpaksa harus menjual barang-barang bekas. Kita yang sudah mempunyai pekerjaan dengan gaji yang sedikit saja, terkadang lupa bersyukur. Lihatlah mereka yang masih belum diberi kesempatan untuk bekerja, yang mana harus menghidupi penghidupannya sekarang dan kelak.

    Dadio wong sing becik
    Ojo do sirik
    Opo opo marai mangkel
    Mengko, malah koe dadi nggrundel
    Tiwas ngalah malah podo ngeyel


Bait di atas memberi pelajaran kita semua agar selalu menjadi orang yang baik dan berprasangka baik. Pantang menjadi orang yang syirik dan membuat kesal orang lain, agar terhindar dari perasaan dengki dan dendam. Hidup pastilah tak akan nyaman jika perasaan kita terus menerus dibayangi kekecewaan. Ingat, semua pasti ada jalan keluarnya, selesaikan dengan perlahan-lahan dengan saling mengalah. Keterbukaan hati dan pikiran akan mencairkan hati yang bergejolak.

    Mulane kowe manuto wong tuo
    Ojo pisan pisan koe neko-neko
    Jaman saiki sithik-sithik metu ragat
    Urip'e ora tentrem malah kowe dadi jepat


Bait di atas berisi pembelajaran yang seringkali diberikan oleh orang tua kita. Selalu menurut kepada perkataan dan kehendak orang tua, menyikapi segalanya dengan bijak, serta tidak bertingkah yang dapat mengecewakan orang tua. Terlebih bagi kita yang statusnya masih menjadi anak asuh, dimana semua kebutuhannya orang tua kitalah yang menanggung. Semua membutuhkan modal yang diperoleh dari kerja keras orang tua. Jangan sampai hidup kita tidak bahagia hanya karena perbuatan konyol yang seharusnya tidak kita lakukan.

    Mulakno mulakno, rasah do ngeyel
    Tuwo-tuwo le ngandani angel
    Bola bali bola bali kowe nglarani ati
    Wong tuwomu kegowo ati
    Ngalor ngidul ngulon wetan
    Aku wis kenthir
    Ora iso mikir
    Kiwo kiwo
    Kluer kluer


Bait di atas sejatinya ditujukan untuk mereka yang sudah keterlaluan telah mengecewakan orang tuanya. Ingatlah, jika kita durhaka kepada orang tua, keburukannya akan kembali kepada kita sendiri. Orang tua tentu tidak akan terima jika anaknya melakukan perbuatan yang mencemari nama orang tuanya. Orang tua yang telah menghidupi, mendidik, dan mengayomi kita dari lahir hingga sekarang seakan tidak berguna. Padahal, seburuk apapun anak seseorang, orang tua pasti tak akan pernah melupakannya. Semua beban batin akan selalu ditanggung sehidup semati. Marilah kita perbaiki cara berpikir dan sikap kita dalam memahami perasaan orang tua kita.

Adegan Goro-goro belum berakhir. Setelah berbagai tembang disenandungkan dan banyolan penuh edukasi dilontarkan oleh para punakawan. Saatnya kita menyimak penuturan Ki Lurah Semar kepada ketiga anaknya, tentang sebuah nilai hidup, tentang sebuah ajaran kearifan, tentang ojo kagetan, ojo gumunan dan ojo dumeh.
Ojo kagetan, jangan gampang terkejut. Segala kejadian di alam dunia telah tercatat dalam skenario besar Tuhan Yang Maha Pencipta. Tidak mudah terkejut salah satunya dapat dimaknai sebagai sifat tawakkal pada kekuasaan Yang Maha Kuasa. Watak ojo kagetan mendidik kita untuk tidak berbesar kepala menyikapi keberhasilan, dan juga tidak putus asa menghadapi kegagalan. Sisi lain dari nilai ojo kagetan adalah mengimani takdir. Dengan selalu sadar bahwa semua kejadian adalah skenario Tuhan, ojo kagetan mendidik kita untuk tidak latah berandai-andai, ”ah… seandainya tadi demikian dan demikian”. Tidak gampang menuduh orang lain ”ah, ini pasti gara-gara si anu”. Tidak gampang mengutuk dan tidak takabur.
Ojo gumunan, jangan mudah takjub. Ini adalah sebuah ajaran untuk menyikapi peristiwa hidup dengan bijak, arif, jauh dari prasangka, mengambil sikap yang wajar sesuai dengan proporsinya, dan tidak berlebihan. Dalam dunia yang semakin rumit, banyak tipu daya yang bisa merugikan kita manusia. Sikap ojo gumunan mengingatkan kita untuk eling dan waspada. Banyak hal yang terlihat baik, terlihat manis, namun ternyata acapkali menjerumuskan manusia ke situasi yang bisa menghancurkan martabat. Jangan larut pada hal-hal yang terlihat indah, tetaplah mempertimbangkan kebenaran dan akal sehat.
Nilai kedua dari ojo gumunan adalah ajaran untuk menjauhi watak tamak, serakah dan menuruti hawa nafsu. Sifat-sifat buruk itu salah satunya dipicu oleh mudahnya manusia terhipnotis oleh bujuk rayu dunia. Seseorang yang gampang takjub, akan mudah terangsang pada hal-hal duniawi dan pada akhirnya muncul hasrat untuk memiliki, menguasai alias tamak dan serakah.
Sisi lain yang terpelihara oleh premis ojo gumunan ini adalah agar kita tidak menjadi orang yang gampang kecewa. Orang yang gampang takjub akan mudah terpengaruh, gampang diperdayai, gampang dijerumuskan. Pada akhirnya, ketika kenyataan tak sesuai harapan, orang yang gampang takjub akan merasa kecewa, bahkan bisa membenci sesuatu yang awalnya dikagumi.
Ojo dumeh, jangan mentang-mentang. Ini adalah pesan untuk selalu rendah hati, sabar dan mengendalikan diri. Masing-masing kita memiliki status, yang rawan menjebak kita pada situasi untuk merasa istimewa, merasa lebih hebat dari orang. Tak sedikit orang yang merasa berkuasa lalu timbul ambisi untuk memperkaya diri atau memperbudak orang lain. Ada orang yang merasa hebat lalu terbiasa meremehkan dan merendahkan orang lain.
Dunia kita adalah alam yang dinamis. Apapun bisa saja terjadi. Semesta ini adalah semesta yang senantiasa berputar. Sesuatu yang kemarin berada di bawah, hari ini mungkin berada di atas. Dan sebaliknya apa yang kemarin di atas bisa saja besok atau lusa terhampar di bawah. Hari ini boleh jadi terlihat hebat dan berkuasa, besok mungkin saja ia terhinakan oleh karena tindak perbuatannya. Jangan terlalu banyak tertawa ketika senang, jangan gampang mengutuk di kala susah.
Pada sisi lain. Hakikatnya tiada kemustahilan selama manusia berupaya dengan tawakkal dan sungguh-sungguh. Kita tak boleh menyerah pada keterbatasan. Sesuatu terkadang terlihat sulit, hanya karena kita belum mencobanya. Sesuatu terkadang terlihat menarik, padahal banyak tipu daya di belakangnya. Mari kita jalani hidup secara lebih arif, jangan mudah terkejut, jangan mudah takjub dan jangan mentang-mentang.

1 komentar:

  1. Salam kenal semua nya
    saya ayunengsi di semarang
    Ini Kisah Cerita Saya yang benar2 terjadi (asli) bukan rekayasa
    Saya sudah sangat lama bermain togel dan saya belum perna merasakan
    Kemenangan, karana saya selalu menggunakan prediksi atau rumusan tangan manusia
    Jadi saya sudah kapok untuk menggunakan prediksi atau rumusan manusia lagi,
    karna itupun selalu meleset , Jadi saya putuskan untuk coba2 buka internet dan
    akhirnya saya dapat nomor eyang ( SEWU) No HP 085 222 489 867
    Status beliau adalah paranormal sakti atau biasa di panggil dengan dukun togel.
    Jadi saya langsung hubungi eyang (SEWU) dan meminta angka hasil ritual/Ghoib untuk putaran
    Singapore. Awalnya saya Cuma meminta angka togel 2D, Karna baru kali ini saya meminta angka togel hasil ritual, dan saat itu saya masih ragu2 untuk mengirim mahar/pembelian peralatan ritual, di saat itulah saya berpikir unutuk memutuskan melaksanakan semua permintaan dari eyang (SEWU) karna saya sadar bahwa kalau ingin sukses/kaya membutuhkan kerja Keras dan pengorbanan,
    dan akhirnya angka ritual yang di berikan eyang yaitu 2D (42)
    Saya Cuma Coba2 pasang 200 ribu dulu. alhamdulillah saya menang 12 juta.
    Dan ke esokan harinya saya meminta angka Ritual yang 4D ke eyang lagi, karena saya sudah sangat percaya dan yakin kepada eyang ,Untuk memasang yang Angka 4D yaitu (8860) saya pasang 300 ribu dan alhamdulillah akhirnya saya menang lagi 450 Juta…
    Dan Saya Sangat Ber Terimah Kasih Kepada Eyang Berkat Bantuan Eyang saya bisa melunasi
    Utang2 saya yang ada di bank dan akhirnya saya pun juga bisa buka usaha sendiri yaitu buka restoran. Dan sya juga berencana beli tanah kapling, dan bukan Cuma itu aja eyang,
    sekali lagi terimah kasi eyang (SEWU ). Karna rasa Hati yang gembira saya cantumkan nomor hp
    eyang di internet, dan saya pun juga mengajat seluruh teman2 saya yang pecinta togel
    untuk berkonsultasi sama eyang (SEWU) yang sering kalah bermain togel,
    Silahkan HUB EYANG SEWU DI NO HP, 085-222-489-867
    (-Terimah kasih Room nya sobat-)




    BalasHapus